Menu

Tips Karir untuk Kalian yang Baru Saja Lulus Kuliah

Januari 29, 2016 | Tips dan Trik
Tahukah Kamu bahwa pendidikan yang tinggi sebenarnya tidak menjembatani antara kurikulum dan tuntutan dunia nyata. Itu mengapa banyak dari Mereka lulusan sarjana tingkat satu tenggelam menjadi seorang pengangguran atau paling tidak menjadi karyawan di sebuah instansi angkatan kerja yang terikat sekian tahun lamanya. Untuk itu, banyak ahli yang menyarankan pada Mereka fresh graduate untuk mencari pengalaman. “Anda tidak bisa mendapat pengalaman tanpa pengalaman”. Untuk itu, sebaiknya coba terapkan tips berkarir bagi para pemula berikut ini.
1. Fokus tujuan dan strategi pada pekerjaan pertama
Gunakan pekerjaan pertama Anda sebagai sarana untuk mencapai tujuan tertentu. Meski Anda lulus dengan gelar umum, hal tersebut bukan jadi masalah. Jadi pada intinya pekerjaan pertama ini untuk melakukan uji coba, mana yang sekiranya Anda suka dan tidak suka. Cari tahu tugas serta tanggung jawab mana yang Anda paling terarik di dalamnya. Bekerja dengan tugas jangka pendek adalah cara yang bagus untuk mendapat berbagai pengalaman dan setelah Anda mengetahui bagian mana yang disukai, Anda dapat menggunakan pengetahuan yang dimiliki di bangku sekolah untuk mencapai hasil yang memuaskan.
2. Jangan masuk ke pendidikan yang lebih sebelum memetakan rencana karir
Naik kelas ke sarjana tingkat dua atau ingin mendapatkan gelar doktor sebenarnya bukanlah masalah dan itu bukan ide yang buruk tentunya. Namun tidak semua orang cocok dalam gelarnya sehubungan dengan karir serta minat yang diinginkan. Oleh sebab itu, memetakan rencana karir kadang lebih penting dibandingkan menggunakan hukum umum “semakin tinggi gelar semakin tinggi pula pekerjaannya”.
Untuk tahap awal perencanaan, Anda bisa menuliskan terlebih dahulu tujuan karir dengan jujur. Selajutnya Anda bisa tanyakan kepada diri Anda sendiri, apakah gelar yang lebih tinggi diperlukan untuk mencapai tujuan akhir atau Anda bisa lebih cepat mencapai tujuan itu dengan cara lain, semisal mengambil kelas malam, kursus ataupun mendapatkan sertifikasi khusus.
3. Cari ahli yang dapat membimbing Anda, bukan orangtua
Meski berniat baik, terkadang keluarga tidak memiliki keahlian untuk membimbing Anda dalam masalah karir. Hal tersebut mungkin berhubungan dengan intuisi Mereka yang lebih tradisional, mengedepankan emosi dibandingkan logika. Bayangkan saja, seorang anak biasanya dituntut oleh keluarga Mereka untuk masuk ke jenjang karir yang cukup bias dengan lapangan pekerjaan yang sangat sempit, seperti menjadi dokter, karyawan swasta ataupun ikatan dinas di suatu instansi pemerintahan. Memang tidak buruk, namun hal tersebut sedikit mengekang jika tidak sesuai dengan keinginan.
Untuk itu, ada baiknya Anda serahkan bimbingkan kepada ahlinya. Anda bisa mencari ahli sesuai bidang apa yang ingin Anda geluti. Jika Anda ingin masuk ke suatu dunia bisnis, maka cari orang yang sudah berpengalaman dalam bisnis tersebut. Jika Anda ingin menjadi seorang karyawan di suatu perusahaan, maka bertemanlah dengan Mereka yang sudah masuk terlebih dahulu.
4. Berpikir terbuka untuk mendapatkan peluang baru
Mungkin di dalam pemikiran Anda selepas keluar dari bangku kemahasiswaan, Anda menginginkan suatu pekerjaan yang terbaik dan menjanjikan. Selanjutnya Anda mulai mencari pekerjaan-pekerjaan apa saja yang berada di strata tertinggi. Anda mulai mencatatnya, misalnya menjadi seorang manajer, guru, asisten dokter, pengacara, engineer dan lain sebagainya. Hal ini mungkin tidak terlalu buruk di awal, namun akan mematikan di akhir cerita.

Anda awalnya mungkin dapat bersaing. Namun ketika Anda tahu bahwa saingan Anda sangat melimpah ruah, maka Anda bisa saja “down” dan berakhir menjadi pengangguran. Oleh sebab itu, sebaiknya buang jauh-jauh pekerjaan-pekerjaan mainstream dengan pesaing yang banyak. Mulailah untuk mencari peluang baru yang sesuai dengan passion Anda kedepannya.

Artikel terkait Tips Karir untuk Kalian yang Baru Saja Lulus Kuliah