Menu

Penulisan Unsur Serapan Berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan

November 19, 2016 | Teknologi, Tips

Jika berdasarkan taraf integrasinya unsur serapan di dalam bahasa Indonesia telah dibagi menjadi dua golongan.

Yang pertama, unsur serapan yang belum sepenuhnya terserap ke bahasa Indonesia. Seperti contohnya reshufle, shuttle cock. Unsur seraapan ini digunakan didalam konteks bahasa Indonesia, akan tetapi pengucapannya masih mengikuti pada cara asing.

Yang kedua adalah unsur serapan yang pengucapan dan juga penulisannya disesuaikan pada kaidah bahasa Indonesia. Di dalam hal ini diusahakan supaya ejaannya hanya dirubah seperlunya saja sehingga bentuk Indonesianya masih bisa dibandingkan dengan bentuk aslinya.

Penulisan unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan dalam bahasa Indonesia dan tidak perlu lagi diubah.
Contoh: kabar, nalar, paham, bengkel, perlu, sirsak
Walaupun di dalam ejaan yang disempurnakan (EYD) huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad pada bahasa Indonesia, unsur yang telah mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang telah dipaparkan di atas. Kedua huruf tersebut dipergunakan dalam penggunaan kata tertentu saja. Seperti dalam pembedaan nama dan juga istilah khusus. Di samping sebagai  pegangan untuk penulisan unsur serapan tersebut di atas, di sini didaftarkan juga akhiran asing serta penyesuaiannya di dalam bahasa Indonesia. Akhiran itu lalu diserap sebagai bagian kata yang utuh. Kata seperti efektif,  standardisasi, dan implementasi diserap dengan utuh di samping kata efek, standar, dan implemen.

penulisan-unsur-serapan-berdasarkan-ejaan-yang-disempurnakan

Contoh Penulisan Unsur Serapan

Unsur serapan merupakan, unsur yang berasal dari sebuah bahasa asing ataupun bahasa daerah, baik itu yang berupa kosakata, imbuhan, maupun peristilahan. Kata ini dipungut atau diserap ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga pada akhirnya unsur serapan itu akan menjadi “warga” dalam bahasa Indonesia. Penyerapan ini bertujuan untuk menunjang perkembangan bahasa Indonesia. Agar bahasa kita itu bisa menjadi bahasa yang modern serta sanggup mengemban fungsinya sebagai sarana komunikasi dalam berbagai sendi kehidupan.

Unsur serapan di dalam bahasa Indonesia bisa dibagi  menjadi dua golongan besar berdasarkan taraf integrasinya.
1.     Unsur asing yang belum terserap epenuhnya kedalam bahasa Indonesia, Contohnya : shuttle cock, reshuffle. Dalam unsur itu penulisan dan pelafalanya mengikuti cara asing.
2.     Unsur serapan yang pelafalanya dan penulisan telah disesuaikan pada kaidah bahasa Indonesia. Bentuk Indonesianya dapat dibandingkan pada bentuk asalnya, Sebagai contoh : structure menjadi struktur, dan system menjadi sistem.

Unsur serapan dari bahasa asing ini bentuk aslinya sering berubah, ini karena pengejaanya menyesuaikan dengan ejaan pada bahasa Indonesia. Akan tetapi perubahan ejaan itu diusahakan tidak terlalu mencolok supaya dapat membedakan dengan bentuk aslinya. sebagai contoh :communication menjadi komunikasi, construction menjadi konstruksi.

Penyerapan  ejaan dalam bahasa Melayu ke dalam bahasa Inggris pengejaanya juga disesuaikan dengan bahasa asing itu sendiri. Contoh : rotan menjadi rattan, bambu menjadi bamboo, gudang menjadi godown. Perubahan bentuk itu bisa terjadi karena ejaanya disesuaikan pada ejaan bahasa yang menyerapnya.
Tidak harus semua unsur asing yang  kita perlukan kita serap, akan tetapi kita mesti selekti. Ini artinya sebelum unsur asing itu kita serap terlebih dahulu kita seleksi atau kita pilih. Dan sebelum kita memutuskan untuk menyerapnya, kita harus cari dahulu padanannya di dalam bahasa Indonesia. Jika tidak ada padanannya maka lebih baik kita mencarikanya dalam bahasa serumpun atau dalam bahasa daerah. Jika tidak ada padanannya maka barul kita menyerap unsur asing itu, tapi haruslah memperhatikan pada kaidah penyerapan.

 

Artikel terkait Penulisan Unsur Serapan Berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan