Menu

Mengapa Kamu Harus Menjadi Seorang Pengusaha Dibanding Karyawan?

Desember 7, 2015 | Gaya Hidup
Pernahkan di dalam hatimu perasaan untuk mengubah hidup dari seorang karyawan menjadi pengusaha? Dibutuhkan suatu perubahan yang besar, termasuk pola pikir, kebiasaan dan kenyamanan untuk melakukannya. Kebanyakan orang menafsirkan bahwa karyawan adalah pengikut, sedangkan pengusaha adalah pemimpin. Namun Mereka tidak tahu bahwa ada pula karyawan kewirausahaan dan ada pula pengusaha yang tahu kapan saatnya untuk mengikuti jejak orang lain. Untuk itu, mari Kita simak sebenarnya apa perbedaan utama dari pengusaha dan karyawan, dan mengapa Anda harus mencoba menjadi seorang pengusaha.

Mengapa Kamu Harus Menjadi Seorang Pengusaha Dibanding Karyawan?

1. Karyawan mencari arah, sementara pengusaha membuat jalannya sendiri.
Pada umumnya kebanyakan karyawan cenderung untuk mencari bantuan ketika Mereka mengalami suatu kendala di dalam pekerjaan. Berbeda halnya dengan kebanyakan pengusaha, yang mana Mereka menciptakan sebuah solusi dalam mengatasi masalah yang timbul, yang mana fungsinya untuk menjaga usahanya tersebut tetap berjalan.
2. Karyawan mengambil risiko lebih sedikit, sementara pengusaha hidup penuh risiko.
Saat melakukan sesuatu, karyawan diikat oleh perusahaannya. Oleh sebab itu, Mereka tidak bisa mengambil risiko besar dikarenakan ada hak orang lain di sana. Berbeda halnya dengan pengusaha yang pada hakekatnya Mereka lebih bebas. Mereka dapat menuangkan semua risiko dalam usaha yang digeluti.
3. Karyawanan biasanya spesialis, sementara pengusaha lebih generalis.
Perlu Kita ketahui bersama bahwa pengusaha harus tahu banyak hal dalam banyak bidang, sehingga Mereka dapat memberdayakan karyawan-karyawan spesialis. Bahkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Swiss-Jerman disebutkan bahwa spesialis cenderung menjadi karyawan selama masa hidupnya.
4. Karyawan cinta pada libur, sementara pengusaha dapat bekerja kapan saja.
Pada faktanya, Kita bisa lihat bahwa kebanyakan pengusaha sangat senang ketika musim liburan tiba. Bukan karena bisa mengambil waktu untuk bersantai, melainkan karena Mereka bisa lebih produktif sepanjang hari tanpa harus terganggu.
5. Karyawan mengahargai pekerjaan tetap, sementara pengusaha ingin lebih dan lebih.
Seorang pengusaha tahu jikalau semua yang Mereka kerjakan itu berisiko. Oleh sebab itu, Mereka tidak segan untuk mengorbankan pekerjaan tetapnya saat itu dalam rangka meningkatkan perusahaannya.
6. Karyawan mengikuti peraturan, sementara pengusaha kadang melanggar.
Entah mengapa, seorang pengusaha sepertinya selalu tertantang untuk melanggar suatu hukum dalam berbisnis – dalam artian positif – yang fungsinya untuk meningkatkan usahanya. Sedangkan di sini karyawan menjadi orang yang patuh dalam peraturan untuk menjaga quo tetap seimbang.
7. Karyawan bertanggung jawab dalam beberapa urusan, sementara pengusaha memegang semuanya.
Ini adalah tampuk kepemimpinan, yang mana tidak akan bisa dimiliki oleh seorang karyawan. Seorang pengusaha haruslah memegang dan bisa mengatur semua urusan, baik negatif maupun positif.
8. Karyawan tidak suka kegagalan, sementara pengusaha menerimanya.
Tidak semua, namun pada umumnya seperti ini. Mengapa? Karena seperti dijelaskan sebelumnya, karyawan memiliki risiko jika gagal, semisal dipecat. Berbeda halnya dengan pengusaha, yang memegang kendali, sehingga kegagal hanya akan dirasakan oleh dirinya sendiri.

Artikel terkait Mengapa Kamu Harus Menjadi Seorang Pengusaha Dibanding Karyawan?