Menu

Cara Menanam Dan Merawat Tanaman Kopi Agar Cepat Berbuah

September 7, 2016 | Tips

Cara Menanam Dan Merawat Tanaman Kopi – Cara menanam dan merawat tanaman kopi merupakan suatu usaha yang harus di lakukan untuk setiap petani khususnya petani kopi pemula yang akan bergelut di dunia pertanian. Cara menanam dan merawat tanaman kopi yang akan dibahas cukup mudah namun tetap harus di perhatikan dengan baik agar kopi dapat tumbuh dan berbuah secara optimal. Dan untuk melakukan cara menanam dan merawat tanaman kopi ada beberapa hal yang harus anda ketahui seperti mengetahui iklim atau syarat hidup kopi, bibit yang baik, perawan dan lain sebagainya. Perlu anda ketahui, secara teknis pertumbuhan dan produksi kopi sangat di pengaruhi oleh iklim dan keadaan tanah. Dan selain itu juga perawatan seperti perempelan pemupukan dan lain sebagainya harus anda terapkan. Dalam Cara menanam dan merawat tanaman kopi anda harus memperhatikan daerah yang akan anda tanami kopi, sebab syarat hidup untuk menanam kopi sangat berbeda beda tergantung jenis atau varietasnya.

Cara Menanam Dan Merawat Tanaman Kopi Agar Cepat Berbuah

Melakukan budidaya tanaman kopi bisa menjadi alternatif pilihan bagi kamu yang ingin memulai usaha baru dalam bidang kopi. Komoditas kopi di pasaran dunia tidak akan pernah mati, hal ini disebabkan kopi termasuk salah satu minuman yang setiap hari diminum oleh banyak orang. Apalagi sekarang ini sudah terungkap bahwa mengkonsumsi kopi dengan dosis yang tepat sangat baik untuk kesehatan tubuh. Harum aroma kopi dengan cita rasanya yang menawan hati telah membawa minuman yang satu ini menjadi minuman klasik yang bahkan semakin digemari oleh semua kalangan. Dengan secangkir kopi, mata yang lelah pun beranjak merasa segar kembali, dan bisa menyegarkan pikiran anda. Dalam membudidayakan tanaman kopi tidak membutuhkan lahan yang luas, karena dengan lahan yang sempit pun kamu bisa menanam kopi dengan baik. Cara menanam dan merawat tanaman kopi yang baik termasuk pula kegiatan menyiapkan lahan. Bersihkanlah lahan dari gangguan segala macam tanaman gulma seperti rumput dan semak semak agar tanah menjadi lebih subur.

Cara Menanam Kopi Agar Cepat Berbuah

Kopi merupakan komoditas perkebunan yang paling banyak diperdagangkan. Pusat-pusat budidaya kopi ada di Amerika Latin, Amerika Tengah, Asia-pasifik dan Afrika. Sedangkan konsumen kopi terbesar ada di negara-negara Eropa dan Amerika Utara. Wajar bila komoditas ini sangat aktif diperdagangkan. Kopi merupakan tanaman tahunan yang bisa mencapai umur produktif selama 20 tahun. Untuk memulai usaha budidaya kopi, pilihlah jenis tanaman kopi dengan cermat. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya kopi diantranya jenis tanaman, teknik budidaya, penanganan pasca panen dan Pemasaran produk akhir. Tanaman kopi sangat banyak jenisnya, bisa mencapai ribuan. Namun yang banyak dibudidayakan hanya empat jenis saja yakni arabika, robusta, liberika dan excelsa. Masing-masing jenis tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda.

Langkah awal cara menanam dan merawat tanaman kopi adalah memilih jenis kopi yang nantinya akan ditanam. Ada banyak jenis kopi yang bisa dipilih untuk ditanam. Namun, ada dua yang sering ditanam oleh para petani kopi di Indonesia, yaitu kopi jenis arabika dan kopi robusta. Kedua jenis kopi ini memang lebih mudah ditanam dibandingkan dengan kopi jenis lainnya. Setelah menemukan jenis kopi yang akan ditanam, maka langkah selanjutnya dalam cara tanam kopi adalah melakukan pemilihan bibit yang berkualitas unggul.

Memilih jenis tanaman untuk budidaya kopi, harus disesuaikan dengan tempat atau lokasi lahan. Lokasi lahan yang terletak di ketinggian lebih dari 800 meter dpl cocok untuk ditanami arabika. Sedangkan dari ketinggian 400-800 meter bisa ditanami robusta. Budidaya kopi didataran rendah bisa mempertimbangkan jenis liberika atau excelsa. Selain dari sisi teknis budidaya, hal yang patut dipertimbangkan adalah harga jual produk akhir. Kopi arabika cenderung dihargai lebih tinggi dari jenis lainnya. Namun robusta memiliki produktivitas yang paling tinggi.

Persiapan Bibit Budidaya Kopi

Setelah memutuskan budidaya kopi yang cocok, langkah selanjutnya adalah mencari bibit yang unggul, menyiapkan lahan dan pohon peneduh. Informasi mengenai bibit unggul untuk budidaya kopi bisa ditanyakan ke Puslit Kopi dan Kakao atau toko bibit terpercaya. Sementara itu, pohon peneduh harus sudah disiapkan setidaknya 2 tahun sebelum budidaya kopi dilaksanakan. Untuk budidaya kopi arabika sumber tanaman yang digunakan adalah varietas. Contohnya adalah varietas S 795, USDA 762, Kartika-1 dan Kartika-2. Sedangkan untuk budidaya kopi robusta sumber tanaman yang digunakan dalah klon.

Contohnya klon BP 42 atau BP 358. Perbanyakan bibit pohon kopi bisa didapatkan dengan teknik generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif dari biji biasanya digunakan untuk budidaya kopi arabika, sedangkan kopi robusta lebih sering menggunakan perbanyakan vegetatif dengan setek. Masing-masing metode perbanyakan bibit mempunyai keunggulan dan kelemahan sendiri-sendiri. Lebih detailnya silahkan baca artikel terdahulu tentang perbanyakan bibit kopi dengan biji dan perbanyakan bibit kopi dengan setek.

Persiapan Lahan Dan Pohon Peneduh

Persiapan Lahan Dan Pohon Peneduh

Setelah menemukan bibit yang unggul maka langkah selanjutnya dalam budidaya tanaman kopi adalah menyiapkan lahan yang akan ditanami kopi. Seperti yang sudah disebutkan, lahan yang digunakan untuk menanam kopi tidak perlu terlalu luas karena kopi bisa ditanam dengan lahan yang sempit. Tahap persiapan lahan ini dimulai dengan menyiapkan pohon untuk peneduh tanaman kopi. Cara menanam kopi bisa anda lakukan dimana saja baik itu di dataran tinggi atau rendah tergantung dari jenis kopi yang akan anda tanam. Sama seperti jenis tanaman lain, kopi juga membutuhkan lahan yang memiliki tanah yang gembur dan kaya akan unsur organik. Siapkan lahan yang memiliki persyaratan tersebut agar pertumbuhan kopi dapat tumbuh secara optimal. Agar kesuburan pada lahan bertambah sebaiknya berikan pupuk organik dan penyuburan tanah di area lahan tanam.

Untuk menanam kopi robusta akan tumbuh dengan baik dengan lahan tanah yang memiliki tingkat keasaman atau PH di angka 4,5 – 6,5 sedangankan untuk menanam kopi arabika memiliki keasaman tanah mencapai angka PH 5 – 6,5. Kemudian cara menanam kopi harus melakukan persiapan pohon peneduh. Pohon peneduh ini berfungsi untuk mengatur Intensitas cahaya yang masuk sebab  tanaman kopi merupakan tanaman kopi termasuk tanaman yang menghendaki intesitas cahaya matahari tidak penuh.

Umumnya jenis pohon peneduh yang bisa digunakan adalah pohon dadap, sengon dan lantoro. Untuk pohon sengon harus ditanam 4 tahun sebelum bibit kopi di tanam, sedangkan untuk pohon dadap dan lantoro bisa lebih cepat yaitu 2 tahun sebelum bibit kopi di tanam. Untuk perawatan pohon peneduh juga di perlukan pemupukan, pemangkasan dan penjarangan. Pohon peneduh ini sangat dibutuhkan untuk menghalau sinar matahari yang berlebihan mengenai tanaman kopi. Hal ini disebabkan kopi tidak membutuhkan terlalu banyak sinar matahari. Seperti tanaman hias yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari.

Cara Penanaman Bibit Kopi

Apabila lahan, pohon peneduh dan bibit sudah siap, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit dari polybag ke lubang tanam di areal kebun. Jarak tanam budidaya kopi yang dianjurkan adalah 2,75×2,75 meter untuk robusta dan 2,5×2,5 meter untuk arabika. Jarak tanam ini divariasikan dengan ketinggian lahan. Semakin tinggi lahan semakin jarang dan semakin rendah semakin rapat jarak tanamnya.

Buat lubang tanam dengan ukuran 60x60x60 cm, pembuatan lubang ini dilakukan 3-6 bulan sebelum penanaman. Saat penggali lubang tanam pisahkan tanah galian bagian atas dan tanah galian bagian bawah. Biarkan lubang tanam tersebut terbuka. Dua bulan sebelum penanaman campurkan 200 gram belerang dan 200 gram kapur dengan tanah galian bagian bawah. Kemudian masukkan kedalam lubang tanam. Sekitar 1 bulan sebelum bibit ditanam campurkan 20 kg pupuk kompos dengan tanah galian atas, kemudian masukkan ke lubang tanam.

Kini bibit kopi siap ditanam dalam lubang tanam. Sebelumnya papas daun yang terdapat pada bibit hingga tersisa ⅓ bagian untuk mengurangi penguapan. Keluarkan bibit kopi dari polybag, kemudian gali sedikit lubang tanam yang telah dipersiapkan. Kedalaman galian menyesuaikan dengan panjang akar. Bagi bibit yang memiliki akar tunjang usahakan agar akar tanaman tegak lurus. Tutup lubang tanam agar tanaman berdiri kokoh, bila diperlukan beri ajir untuk menopang tanaman agar tidak roboh.

Cara Merawat Tanaman Kopi

Langkah yang diperlukan untuk pemeliharaan budidaya kopi adalah penyulaman, pemupukan pemangkasan dan penyiangan. Cara peyulaman adalah setelah bibi ditanam di areal kebun, periksa pertumbuhan bibit tersebut setidaknya seminggu dua kali. Setelah bibit berumur 1-6 bulan periksa sedikitnya satu bulan sekali. Selama periode pemeriksaan tersebut, bila ada kematian pada pohon kopi segera lakukan penyulaman. Penyulaman dilakukan dengan bibit yang sama. Lakukan perawatan yang lebih instensif agar tanaman penyulam bisa menyamai pertumbuhan pohon lainnya. Sedangkan pemberian pupuk untuk budidaya kopi bisa menggunakan pupuk organik atau pupuk buatan. Pupuk organik bisa didapatkan dari bahan-bahan sekitar kebun seperti sisa-sisa hijauan dari pohon pelindung atau kulit buah kopi sisa pengupasan kemudian dibuat menjadi kompos. Kebutuhan pupuk untuk setiap tanaman sekitar 20 kg dan diberikan sekitar 1-2 tahun sekali.

Cara memberikan pupuk dengan membuat lubang pupuk yang mengitari tanaman. Kemudian masukkan kompos kedalam lubang pupuk tersebut. Bisa juga dicampurkan pupuk buatan kedalam kompos. Untuk tanah yang asam dengan pH dibawah 4,5 pemberian pupuk dicampur dengan setengah kilogram kapur. Pemerian kapur dilakukan 2-4 tahun sekali. Untuk memperkaya bahan organik areal perkebunan bisa ditanami dengan tanaman penutup tanah. Tanaman yang biasa dijadikan penutup tanah dalam budidaya kopi diantaranya bunguk (Mucuna munanease) dan kakacangan (Arachis pintol). Tanaman penutup tanah berfungsi sebagai pelindung dan penyubur tanah, selain itu hijauannya bisa dijadikan sumber pupuk organik.

Dalam perawatan tanaman buah kopi adalah pemangkasan tanaman kopi. Terdapat dua tipe pemangkasan dalam budidaya kopi, yaitu pemangkasan berbatang tunggal dan pemangkasan berbatang ganda. Pemangkasan berbatang tunggal lebih cocok untuk jenis tanaman kopi yang mempunyai banyak cabang sekunder semisal arabika. Pemangkasan ganda lebih banyak diaplikasikan diperkebunan rakyat yang menanam robusta. Pemangkasan ini lebih sesuai pada perkebunan di daerah dataran rendah dan basah.  Berdasarkan tujuannya, pemangkasan dalam budidaya kopi dibagi menjadi tiga macam yaitu, pemangkasan pembentukan, bertujuan membentuk kerangka tanaman seperti bentuk tajuk, tinggi tanaman dan tipe percabangan. Selanjutnya adalah pemangkasan produksi dan pemangkasan peremajaan.

Buah Kopi Siap Panen

Buah Kopi Siap Panen

Cara memanen kopi yang baik dan benar adalah saat tanaman kopi sudah mulai berbuah dan berumur kurang lebih 2,5-3 tahun. namun untuk buah kopi yang dihasilkan pertama kali biasanya hanya sedikit. Buah yang dihasilkan banyak saat tanaman kopi usia 5 tahun. Sedangkan arabika memerlukan waktu 6-8 bulan. Jenis kopi lain seperti liberika bisa berbuah sepanjang tahun.

Tingkat kematangan buah kopi tidak terjadi secara serentak. Sehingga proses pemanenan memerlukan waktu yang lama. Musim panen kopi di Indonesia biasanya dimulai pada bulan Mei/Juni dan berakhir sekitar Agustus/September. Periode panen raya berlangsung 4-5 bulan dengan frekuensi pemetikan buah kopi bisa setiap 10-14 hari sekali. Ciri-ciri buah kopi yang telah matang bisa dilihat dari warna kulitnya. Buah kopi yang paling baik untuk dipanen adalah yang telah matang penuh, berwarna merah. Namun karena berbagai alasan, para petani sering memanen buah yang masih berwarna kuning bahkan hijau.

Setiap tingkat kematangan menghasilkan karakteristik kopi yang berlainan. Berikut ini karakteristik buah kopi dilihat dari tingkat kematangannya:

  • Warna hijau dan hijau kekuningan. Warna ini menandakan kondisi buah kopi masih muda. Apabila dipetik bijinya berwarna pucat keputihan dan keriput. Aroma dan postur (body) yang dihasilkan masih sangat lemah. Buah seperti ini tidak disarankan untuk tidak dipetik.
  • Warna kuning kemerahan, menunjukkan sudah mulai matang. Aroma dan posturnya mulai terasa mantap. Bijinya berwarna keabu-abuan. Buah seperti ini sudah boleh untuk dipetik.
  • Warna merah penuh, menunjukkan buah telah matang sempurna. Aroma dan citarasanya telah terbentuk dengan mantap. Keadaan buah seperti ini merupakan kondisi paling baik untuk dipetik.
  • Warna merah tua, menandakan buah sudah kelewat matang. Bijinya berwarna coklat dan kehitaman. Aroma dan posturnya mulai menurun, terkadang mengeluarkan citarasa seperti bau tanah (earthy). Buah seperti ini harus sudah dipetik.

Selain warna kulit, untuk menentukan kematangan buah kopi bisa diketahui dari kandungan senyawa gula yang terdapat pada daging buah. Kopi yang telah matang memiliki kandungan senyawa gula relatif tinggi pada daging buahnya. Pada buah yang telah matang, daging buah lunak dan berlendir serta terasa manis.

Cara Memetik Buah Kopi

Pada tanaman kopi arabika, buah kopi yang telah matang cenderung mudah rontok. Apabila dibiarkan jatuh ke tanah, buah tersebut akan menyerap bau-bauan di atas tanah yang bisa menurunkan mutu kopi. Sehingga dianjurkan untuk segera memetik buah kopi arabika begitu terlihat berwarna merah penuh.

Buah kopi tidak dipanen serentak, proses pemetikan dilakukan secara bertahap. Berikut ini beberapa cara pemetikan buah kopi:

  • Pemetikan selektif. Pemetikan dilakukan hanya pada buah yang telah berwarna merah penuh atau telah matang sempurna. Sisanya dibiarkan untuk pemetikan selanjutnya.
  • Pemetikan setengah selektif. Pemetikan dilakukan pada semua buah dalam satu dompol. Syaratnya dalam dompolan tersebut terdapat buah yang telah berwarna merah penuh.
  • Pemetikan serentak atau petik racutan. Pemetikan dilakukan terhadap semua buah kopi dari semua dompolan, termasuk yang berwarna hijau dipetik habis. Biasanya pemetikan seperti ini dilakukan diakhir musim panen.
  • Lelesan. Pemanenan dengan cara memungut buah kopi yang gugur berjatuhan di tanah karena sudah kelewat matang.

Untuk menjaga produktivitas tanaman kopi, pemetikan harus dilakukan dengan cara yang benar. Cabut buah secara vertikal agar tidak merusak tangkai buah, sehingga akan tumbuh kembali buah pada tangkai tersebut. Memetik buah kopi dengan cara merampas tidak dianjurkan karena bisa merusak tangkai.

Demikianlah ulasan tentang cara menanam dan merawat tanaman kopi. Semoga bermanfaat bagi anda semua.

Incoming search terms:

  • cara merawat tanaman kopi agar berbuah lebat
  • tanaman kopi
  • cara menanam kopi
  • budidaya kopi
  • jarak tanam kopi
  • cara berkebun kopi yang baik
  • cara berkebun kopi
  • Cara merawat kopi
  • cara menanam kopi yang baik
  • cara merawat tanaman kopi

Artikel terkait Cara Menanam Dan Merawat Tanaman Kopi Agar Cepat Berbuah